Gandeng LPT PBNU, ITSNUKA Kalimantan Percepat Pengembangan Institusi Menuju Status Universitas

PALANGKA RAYA – Rektor Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNUKA) Kalimantan, Dr. Syamsuri, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmennya untuk membawa institusi yang dipimpinnya melakukan lompatan besar. Hal tersebut disampaikannya dalam agenda Visitasi dan Pendampingan Penguatan Perguruan Tinggi NU yang dihadiri oleh jajaran Lembaga Perguruan Tinggi (LPT) PBNU, Prof. Faishol Aminuddin dan Dr. Abu Amar Bustomi, di Kampus ITSNUKA, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Dr. Syamsuri secara terbuka mengakui kondisi ITSNUKA yang saat ini masih dalam tahap pengembangan dengan berbagai keterbatasan sarana maupun kelembagaan. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut bukan hambatan untuk bermimpi besar.

“Kondisi ITSNUKA memang masih terbatas, tetapi semangat civitas akademika sangat besar. Kami menargetkan tahun depan ITSNUKA mampu melakukan konversi dan ‘naik kelas’ menjadi Universitas Teknologi berbasis NU pertama di Kalimantan,” tegasnya dengan optimisme tinggi.

Strategi Kekuatan Jejaring Nahdliyin
Salah satu strategi kunci yang dipaparkan Rektor adalah optimalisasi modal sosial melalui jejaring Nahdlatul Ulama yang sangat masif di Kalimantan. Menurutnya, kekuatan struktural dan kultural NU akan menjadi motor utama promosi untuk memperluas kepercayaan masyarakat.

“Kami memohon doa dari para kiai dan dukungan teknis dari LPT PBNU agar ITSNUKA semakin dikenal sebagai identitas kampus teknologi bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum di Kalimantan,” tambahnya.

Penguatan Akademik dan Infrastruktur Digital
Saat ini, ITSNUKA telah mengelola tiga program studi berbasis teknologi yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri. Ke depan, identitas teknologi ini akan tetap dipertahankan dan diperkuat dengan rencana penambahan program studi baru sebagai syarat menjadi universitas.

Guna menunjang kualitas lulusan, Dr. Syamsuri mengungkapkan bahwa pembangunan laboratorium terpadu menjadi kebutuhan mendesak. “Laboratorium adalah jantung kompetensi mahasiswa teknologi. Kami sedang melakukan percepatan pembangunannya agar proses pembelajaran berjalan standar industri,” jelasnya.

Kemandirian Aset dan Ekspansi Industri
Terkait fasilitas fisik, Rektor memaparkan bahwa ITSNUKA telah memiliki pondasi kuat berupa lahan strategis seluas dua hektare yang sudah bersertifikat atas nama institusi. Di atas lahan ini, direncanakan pembangunan gedung kampus yang representatif sebagai bagian dari branding institusi.

Selain itu, ITSNUKA mulai agresif memperluas kerja sama dengan dunia industri swasta. Kerja sama ini tidak hanya sebatas pemenuhan syarat magang (MBKM), tetapi berorientasi pada penyerapan tenaga kerja. “Kami ingin lulusan ITSNUKA memiliki jalur cepat (fast track) menuju dunia kerja melalui kemitraan industri yang kami bangun,” kata Syamsuri.

Dukungan LPT PBNU
Di akhir sesi, Dr. Syamsuri secara khusus mengharapkan pendampingan berkelanjutan dari LPT PBNU, terutama di bawah bimbingan Prof. Faishol Aminuddin, untuk mengawal peta jalan (roadmap) pengembangan sarana prasarana serta pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi.

“Dengan dukungan penuh dari PBNU, kami yakin ITSNUKA akan tumbuh menjadi institusi yang maju, kompetitif, dan menjadi kebanggaan warga NU di Kalimantan dalam mencetak teknokrat masa depan,” pungkasnya.

[xs_social_share]

Leave a Comment