Palangka Raya — Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) memaparkan rencana pengajuan pembukaan empat program studi (prodi) baru pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Sekretariat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Tengah. Pengajuan ini disiapkan sebagai strategi penguatan portofolio akademik ITSNUKA yang berbasis kebutuhan Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah, sekaligus sebagai langkah untuk mendukung pendirian Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Tengah.
Empat prodi yang diusulkan adalah Ilmu/Sains Lingkungan, Hukum Bisnis, Manajemen Bisnis Internasional, dan Studi Humanitas. Keempatnya akan bernaung di bawah dua fakultas, yaitu Fakultas Sains Lingkungan serta Fakultas Bisnis, Hukum & Humaniora. Kedua klaster tersebut dirancang untuk saling memperkuat, dengan satu agenda bersama: relevansi, diferensiasi, dan kesiapan.
Dalam paparannya, tim penyusun menyampaikan bahwa pengajuan kali ini merupakan hasil pembelajaran dari penyusunan borang pembukaan prodi sebelumnya. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pemilihan prodi perlu diuji lebih ketat terhadap daya serap pasar mahasiswa di Palangka Raya. Karena itu, pendekatan yang digunakan kini bergeser dari “prodi yang tersedia” menjadi “prodi yang dibutuhkan”. Target pasar diperluas secara bertahap dari Palangka Raya ke Kalimantan Tengah hingga tingkat regional Indonesia, setiap prodi dilengkapi peta karier dan kompetensi pembeda, kurikulum disusun bersama pengguna lulusan dan praktisi, serta promosi dimulai sejak tahap pembukaan.
Prodi Ilmu/Sains Lingkungan diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang lingkungan yang berangkat dari persoalan lokal, data, dan teknologi. Prodi ini merespons isu kualitas air, sanitasi, sampah dan limbah perkotaan, karakteristik lahan gambut dan rawa, kebakaran lahan dan kabut asap, hingga kebutuhan data lingkungan untuk perencanaan dan pengawasan. Keunggulan yang ditawarkan adalah kekhususan pada lingkungan gambut, rawa, dan perkotaan yang dipadukan dengan geospasial, pemantauan, dan analisis data. Lulusannya diproyeksikan dapat berkarier sebagai konsultan lingkungan dan AMDAL, environmental officer di perusahaan, spesialis ESG dan keberlanjutan, tenaga pemetaan dan GIS, pengelola kawasan konservasi, hingga pelaku usaha di bidang pengelolaan limbah dan ekonomi sirkular.
Prodi Hukum Bisnis dirancang sebagai pendidikan hukum yang dekat dengan praktik usaha, meliputi kontrak, kepatuhan, tata kelola, dan penyelesaian sengketa. Kebutuhan ini muncul dari tingginya kebutuhan literasi hukum di kalangan UMKM, makin kompleksnya urusan perizinan, serta berkembangnya ekonomi digital yang membawa isu transaksi, data, dan perlindungan konsumen. Prodi ini akan menggunakan kasus bisnis lokal sebagai bahan belajar serta menghadirkan klinik kontrak dan legal drafting. Prospek lulusannya antara lain legal officer dan compliance officer perusahaan, konsultan hukum bisnis, bagian legal di perbankan maupun perusahaan pertambangan dan perkebunan, mediator sengketa bisnis, serta aparatur pemerintahan bidang regulasi dan perizinan.
Prodi Manajemen Bisnis Internasional disiapkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha daerah dalam memperluas pasar, baik antardaerah maupun lintas negara. Fokusnya mencakup ekspor-impor, rantai pasok, dan bisnis digital, dengan penekanan pada komoditas dan potensi ekonomi Kalimantan. Pembelajaran berbasis proyek bersama mitra menjadi salah satu ciri khasnya. Lulusan prodi ini diharapkan dapat berkiprah sebagai wirausahawan, konsultan bisnis, tenaga profesional di perbankan, perusahaan multinasional, perusahaan ekspor-impor, maupun start-up dan e-commerce.
Sementara itu, Prodi Studi Humanitas diposisikan sebagai kajian humaniora yang aplikatif, meliputi manusia, budaya, komunikasi, etika, dan perubahan sosial. Keragaman masyarakat Kalimantan serta perubahan sosial akibat digitalisasi menuntut kompetensi komunikasi dan kemampuan lintas budaya yang kuat. Prodi ini memadukan humaniora dengan kompetensi digital, organisasi, dan budaya lokal, sehingga memiliki identitas yang jelas dalam konteks Kalimantan. Prospek kariernya meliputi spesialis sumber daya manusia, communication specialist, hubungan masyarakat, peneliti sosial, pengembangan masyarakat dan CSR, industri kreatif, organisasi sosial, hingga aparatur pemerintahan.
Untuk mengawal keempat pengajuan secara serempak, ITSNUKA membentuk struktur tata kelola yang terdiri atas unsur pengarah dari pimpinan, satu Project Management Office (PMO) yang memegang daftar periksa dan linimasa induk, serta tim akademik, tim SDM dan sarana prasarana, tim keuangan dan legal, dan tim pemasaran. Kegiatan pada 8 September ini menjadi bagian dari tahap konsolidasi, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen inti, kurikulum, dan bukti dukung, kemudian reviu dan simulasi, hingga pemeriksaan akhir. Seluruh dokumen ditargetkan rampung dan diunggah melalui sistem SIAGA paling lambat 30 September 2026, sesuai periode pengusulan gelombang II tahun 2026 yang berlangsung 1 Juli hingga 30 September 2026.
Saat ini ITSNUKA menyelenggarakan tiga program sarjana, yaitu Teknik Lingkungan, Teknik Komputer, dan Teknik Industri. Kehadiran empat prodi baru di bidang sains lingkungan, bisnis, hukum, dan humaniora diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Tengah sekaligus memperkokoh fondasi menuju universitas. Sejalan dengan semangat yang diusung dalam pengajuan ini: ITSNUKA — relevan, berbeda, siap tumbuh.
