Palangka Raya, 25 September 2026 — Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) terus mematangkan langkah pengembangan kelembagaan menuju Universitas. Penguatan agenda tersebut dibahas dalam rapat bersama Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPP) ITSNUKA yang dilaksanakan di Palangka Raya, Jumat (25/9/2026).
Rapat menjadi bagian dari konsolidasi strategis antara badan penyelenggara dan pengelola ITSNUKA dalam mempersiapkan pengembangan kelembagaan, termasuk rencana pembukaan empat program studi baru sebagai bagian dari perluasan bidang keilmuan dan penguatan fondasi menuju Universitas.
Dalam arah pengembangan terbaru, empat program studi yang dipersiapkan ITSNUKA adalah S1 Ilmu/Sains Lingkungan, S1 Hukum Bisnis, S1 Sistem Informasi, dan S1 Studi Humanitas.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas spektrum akademik ITSNUKA yang saat ini telah memiliki tiga program studi sarjana, yaitu Teknik Komputer, Teknik Industri, dan Teknik Lingkungan. Ketiga program studi eksisting tersebut menjadi fondasi pengembangan ITSNUKA menuju institusi pendidikan tinggi dengan bidang keilmuan yang lebih luas.
Perluas Spektrum Keilmuan ITSNUKA
Pengembangan empat program studi baru merupakan bagian dari strategi ITSNUKA untuk memperkuat bidang keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.
S1 Ilmu/Sains Lingkungan diarahkan untuk memperluas kompetensi di bidang lingkungan melalui pendekatan sains, data, pemantauan lingkungan, GIS, penginderaan jauh, pengelolaan limbah, gambut dan rawa, perubahan iklim, konservasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, S1 Hukum Bisnis diarahkan pada pengembangan kompetensi hukum yang berkaitan dengan kegiatan bisnis, kontrak, kepatuhan, tata kelola, legalitas usaha, perlindungan konsumen, perizinan, penyelesaian sengketa, dan perkembangan hukum dalam ekonomi digital.
Adapun S1 Sistem Informasi diproyeksikan menjadi salah satu penguatan bidang digital ITSNUKA. Program studi ini akan diarahkan pada integrasi teknologi informasi dengan kebutuhan organisasi dan bisnis, mencakup analisis dan perancangan sistem informasi, pengelolaan basis data, transformasi digital, tata kelola teknologi informasi, pengembangan aplikasi, analitik data, serta pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pengembangan Sistem Informasi juga memiliki keterkaitan yang kuat dengan basis akademik ITSNUKA yang telah memiliki S1 Teknik Komputer. Sinergi kedua bidang tersebut dapat dikembangkan melalui pembelajaran, penelitian, pengembangan aplikasi, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kebutuhan pemerintah, dunia usaha, industri, dan masyarakat.
Sedangkan S1 Studi Humanitas diarahkan sebagai bidang humaniora aplikatif yang mengintegrasikan manusia, budaya, komunikasi, etika, perubahan sosial, organisasi, kompetensi digital, dan kearifan lokal Kalimantan.
Menjawab Kebutuhan Pembangunan Daerah
Pengembangan program studi baru juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Proposal pengembangan kelembagaan ITSNUKA mencatat bahwa ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh sebesar 4,80 persen pada 2025, dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp241,1 triliun. Sementara Kota Palangka Raya mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,62 persen pada tahun yang sama. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan bidang lingkungan, bisnis, hukum, humaniora, teknologi, dan manajemen.
Dalam konteks tersebut, pengembangan Sistem Informasi dipandang memiliki relevansi dengan kebutuhan transformasi digital berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, industri, hingga pengembangan layanan publik.
ITSNUKA juga memiliki modal awal berupa program studi Teknik Komputer serta Unit Pelaksana Teknis Sistem Informasi dan PDDikti. Infrastruktur tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem digital apabila program studi Sistem Informasi direalisasikan.
Dari Tiga Menjadi Tujuh Program Studi
Dengan tiga program studi yang telah berjalan dan empat program studi yang dipersiapkan, ITSNUKA menargetkan pengembangan portofolio akademik menjadi tujuh program studi.
Namun, pengembangan menuju Universitas tidak hanya ditentukan oleh jumlah program studi. Transformasi kelembagaan membutuhkan penguatan berbagai aspek, antara lain legalitas, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola, pembiayaan, sistem penjaminan mutu, pemetaan rumpun keilmuan, serta kesiapan dokumen kelembagaan.
Karena itu, rapat bersama BPP ITSNUKA di Palangka Raya menjadi momentum untuk mengonsolidasikan berbagai kebutuhan tersebut agar proses pengembangan dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penguatan Sumber Daya Manusia
Pengembangan empat program studi baru juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia. Proposal pengembangan kelembagaan menetapkan kebutuhan perencanaan awal minimal lima dosen inti untuk masing-masing program studi baru. Setiap calon dosen nantinya perlu diverifikasi berdasarkan kualifikasi akademik, bidang keahlian, NIDN/NIDK, jabatan akademik, sertifikat pendidik, beban kerja, serta surat kesediaan.
Untuk Sistem Informasi, kebutuhan SDM akan diarahkan pada dosen yang memiliki kompetensi di bidang sistem informasi, teknologi informasi, rekayasa perangkat lunak, basis data, analitik data, manajemen teknologi informasi, tata kelola TI, serta bidang relevan lainnya.
Penguatan SDM tersebut menjadi salah satu agenda penting agar pembukaan program studi tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga memiliki kapasitas akademik yang memadai.
Pengembangan Sarana dan Infrastruktur Digital
Selain SDM, ITSNUKA juga mempersiapkan penguatan sarana dan prasarana. Baseline yang tersedia saat ini mencakup gedung utama, ruang kelas, ruang pimpinan, ruang program studi, ruang biro dan lembaga, aula, perpustakaan, mushola, serta fasilitas kemahasiswaan.
Untuk mendukung pengembangan Sistem Informasi, penguatan diarahkan pada laboratorium komputer, jaringan dan server, perangkat pengembangan sistem, perangkat lunak, database, keamanan informasi, serta integrasi berbagai sistem digital perguruan tinggi.
Proposal juga menempatkan penguatan SIAKAD, PMB, PDDikti, LMS, repository, dan dashboard mutu sebagai bagian dari pengembangan sistem informasi ITSNUKA.
Dengan demikian, pengembangan Sistem Informasi tidak hanya diarahkan sebagai program studi baru, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem transformasi digital ITSNUKA.
Penguatan Dua Klaster Akademik
Pengembangan kelembagaan ITSNUKA juga diarahkan melalui pembentukan klaster akademik baru. Proposal mencantumkan rencana Fakultas Sains Lingkungan serta Fakultas Bisnis, Hukum & Humaniora sebagai bagian dari pengembangan kelembagaan.
Dengan adanya penyesuaian program studi terbaru, penataan struktur fakultas dan nomenklatur kelembagaan akan terus dikonsolidasikan agar sesuai dengan arah pengembangan akademik ITSNUKA.
Konsolidasi tersebut menjadi penting untuk memastikan bahwa pembukaan program studi baru berjalan seiring dengan pengembangan tata kelola dan struktur organisasi perguruan tinggi.
Roadmap Menuju Universitas
Dalam roadmap pengembangan kelembagaan, ITSNUKA menempatkan 2026 sebagai fase penting untuk melakukan audit legal, PDDikti dan SISTER, akademik, SDM, sarana prasarana, keuangan, Statuta/OTK, sistem penjaminan mutu, studi kelayakan, serta pembentukan Project Management Office (PMO).
Roadmap tersebut juga mencakup penyusunan dokumen program studi, konsultasi kelembagaan, pengajuan sesuai intake, penguatan program studi, pemenuhan komposisi rumpun keilmuan, serta penguatan sistem penjaminan mutu.
Tahapan pengembangan menuju Universitas dirancang secara bertahap sehingga setiap aspek dapat dipersiapkan secara matang sebelum masuk pada tahapan pengajuan perubahan bentuk kelembagaan.
Rapat BPP Menjadi Momentum Konsolidasi
Rapat bersama BPP ITSNUKA di Palangka Raya pada Jumat, 25 September 2026, menjadi bagian penting dalam proses konsolidasi arah pengembangan tersebut.
Pembahasan tidak hanya berorientasi pada pembukaan program studi baru, tetapi juga mencakup kesiapan kelembagaan, penguatan SDM, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, tata kelola, pembiayaan, serta roadmap pengembangan ITSNUKA menuju Universitas.
Melalui konsolidasi antara BPP, pimpinan perguruan tinggi, dan unsur akademik, ITSNUKA terus membangun fondasi pengembangan kelembagaan yang lebih kuat.
Pengembangan S1 Ilmu/Sains Lingkungan, S1 Hukum Bisnis, S1 Sistem Informasi, dan S1 Studi Humanitas menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas kontribusi ITSNUKA dalam pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah.
Dengan penguatan bidang sains, teknologi, lingkungan, sistem informasi, hukum, bisnis, dan humaniora, ITSNUKA diarahkan untuk tumbuh menjadi perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dunia usaha, pemerintah, dan pembangunan daerah.
Humas ITSNUKA
