Palangka Raya, 24 September 2026 — Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITSNUKA) terus memperluas jejaring kerja sama internasional dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan mahasiswa, serta kapasitas sumber daya manusia.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan secara video conference bersama China–Indonesia Chinese and Vocational Skills Development Center yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026, bertempat di Aula ITSNUKA, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama antara ITSNUKA dengan pihak PT Poly Energy Indonesia dan China Education Online Vocational Education Center yang mengembangkan platform kerja sama pendidikan vokasi antara Indonesia dan Tiongkok.
Proposal kerja sama yang disampaikan pihak mitra mengusung konsep pengembangan pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, pendidikan bahasa, serta kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Platform tersebut dirancang untuk menghubungkan sumber daya pendidikan vokasi dari Tiongkok dengan kebutuhan perguruan tinggi dan industri di Indonesia.
Membuka Peluang Kerja Sama Internasional
Dalam pertemuan tersebut, kerja sama diarahkan pada pengembangan program yang dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta pengembangan institusi.
Konsep yang ditawarkan mencakup pengembangan fasilitas pelatihan, pengembangan kurikulum, penyediaan sumber belajar, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, pelatihan keterampilan, hingga pengembangan kerja sama dengan dunia industri.
China–Indonesia Chinese and Vocational Skills Development Center sendiri memproyeksikan sebuah platform kerja sama jangka panjang yang mengintegrasikan pendidikan akademik, pelatihan keterampilan, pendidikan bahasa, pengembangan dosen, pelatihan industri, serta hubungan pendidikan dan dunia kerja.
Bagi ITSNUKA, penjajakan tersebut sejalan dengan agenda penguatan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga peningkatan kompetensi praktis dan kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri.
Fokus pada Teknologi, Industri dan Keterampilan Digital
Salah satu aspek yang menarik dalam tawaran kerja sama adalah beragam bidang pelatihan keterampilan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan perguruan tinggi.
Proposal mencantumkan sejumlah bidang, antara lain PLC dan otomasi industri, robotika industri, UAV, teknologi pembangkit listrik tenaga fotovoltaik, industrial automation, Industrial Internet, artificial intelligence, AIGC, serta embodied intelligence.
Bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri saat ini, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan perguruan tinggi.
Selain keterampilan teknologi, kerja sama juga menawarkan pengembangan Business Chinese dan Business English untuk mendukung kemampuan komunikasi profesional dan pertukaran pendidikan maupun kerja sama ekonomi Indonesia–Tiongkok.
Penguatan Kompetensi Dosen
Kerja sama juga membuka peluang pengembangan kapasitas dosen melalui program pertukaran dan pelatihan pendidikan vokasi.
Dalam proposal disebutkan adanya skema China–Indonesia Vocational Education Teacher Exchange & Capacity Development, yang memungkinkan dosen perguruan tinggi Indonesia mengikuti pembelajaran dan pertukaran pengalaman dengan institusi vokasi di Tiongkok.
Program tersebut mencakup pengenalan sistem pendidikan vokasi, kunjungan ke institusi pendidikan vokasi, pelatihan pengajaran praktis, kunjungan industri, hingga pengembangan kurikulum dan sumber pembelajaran bersama.
Model tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dosen sekaligus mendorong transfer pengetahuan dan pengalaman pendidikan vokasi ke lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.
Membangun Hubungan Perguruan Tinggi dan Dunia Industri
Kerja sama yang dijajaki ITSNUKA tidak hanya diarahkan pada kegiatan pendidikan di dalam kampus. Proposal juga menempatkan industry-education collaboration sebagai salah satu komponen utama.
Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi dapat mengembangkan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri, sementara dunia usaha dapat memperoleh dukungan pengembangan kompetensi tenaga kerja dan sumber daya manusia.
Model kerja sama yang ditawarkan melibatkan tiga unsur utama, yaitu China Education Online Vocational Education Center sebagai penyedia sumber daya pendidikan dan dukungan teknis, PT Poly Energy Indonesia sebagai koordinator lokal dan pendukung implementasi, serta perguruan tinggi mitra di Indonesia sebagai pelaksana pendidikan dan operasional lokal.
Kerja Sama Dikembangkan Secara Bertahap
Dalam proposal, pengembangan kerja sama dirancang menggunakan pendekatan yang fleksibel dan bertahap. Perguruan tinggi mitra dapat memilih bidang prioritas sesuai dengan program studi, fasilitas yang tersedia, jumlah mahasiswa, kebutuhan industri, anggaran, dan rencana pengembangan institusi.
Tahapan implementasi yang ditawarkan meliputi needs assessment, solution design, development and implementation, teacher training, teaching and operations, hingga continuous expansion.
Dengan model tersebut, kerja sama dapat dimulai dari bidang prioritas yang paling relevan dengan kebutuhan ITSNUKA, kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai hasil evaluasi dan kesiapan institusi.
Menuju Kerja Sama yang Lebih Konkret
Pertemuan di Aula ITSNUKA tersebut menjadi langkah awal untuk membahas lebih lanjut peluang kerja sama pendidikan dan pengembangan keterampilan antara ITSNUKA dengan mitra dari Indonesia–Tiongkok.
Tahapan berikutnya dapat diarahkan pada identifikasi bidang prioritas, jumlah mahasiswa yang akan terlibat, kesiapan fasilitas, kebutuhan kurikulum dan dosen, skala pengembangan, pembiayaan, serta pembagian tanggung jawab masing-masing pihak.
Hal tersebut sejalan dengan bagian Next Steps dalam proposal yang menekankan perlunya pemetaan kebutuhan, penentuan bidang prioritas, kajian fasilitas, penentuan skala dan anggaran, kebutuhan kurikulum serta dosen, dan pengaturan mekanisme implementasi kerja sama.
Melalui penjajakan kerja sama ini, ITSNUKA terus membuka ruang kolaborasi internasional sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari langkah ITSNUKA dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi, pendidikan vokasi, transformasi digital, dan jejaring internasional.
Humas ITSNUKA
